Sunindo Pratama Menang Tender Casing Pertamina EP US$3,19 Juta

Migas4 Views

JAKARTA – PT Sunindo Pratama Tbk kembali memperoleh kontrak dari lingkungan Pertamina. Perseroan ditetapkan sebagai pemenang tender pengadaan casing untuk PT Pertamina EP dengan nilai kontrak sebesar US$3,19 juta.

Penetapan pemenang tender dilakukan pada Jumat, 4 September 2026.

Direktur Sunindo Pratama Freddy Soejandy menyampaikan perseroan ditunjuk sebagai pemasok casing berukuran 13 3/8 inch low grade untuk kebutuhan Regional 1.

Nilai kontrak tersebut setara sekitar Rp56,3 miliar apabila dikonversikan menggunakan kurs pada saat pengumuman.

Pertamina EP merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang bergerak di sektor eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi.

Kontrak pengadaan casing tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 6 bulan 50 hari kalender.

Casing Jadi Komponen Penting Sumur Migas

Casing merupakan salah satu produk Oil Country Tubular Goods atau OCTG yang digunakan dalam kegiatan pengeboran dan konstruksi sumur migas.

Komponen ini berfungsi sebagai pelindung lubang sumur, membantu menjaga kestabilan formasi, mengisolasi lapisan tertentu, serta mendukung keamanan selama proses pengeboran dan produksi.

Dalam industri hulu migas, kualitas casing menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga integritas sumur.

Sunindo Pratama bergerak di bidang penyediaan dan produksi peralatan pendukung industri migas, termasuk OCTG, wellhead, dan Christmas tree.

Berdasarkan pemaparan perseroan pada Public Expose Kuartal I 2026, produk casing masih mengandalkan pasokan impor, berbeda dengan tubing yang telah diproduksi sendiri.

Baca Juga:  Berikut Pilihan Taman Kota di Jakarta

Perseroan juga menggunakan mata uang yuan China atau RMB untuk sebagian pengadaan casing sesuai negara asal produk. Langkah ini disebut dapat membantu mengurangi dampak fluktuasi dolar AS terhadap biaya pengadaan.

Tiga Kontrak Pertamina Sejak Juli 2026

Kontrak terbaru dari Pertamina EP menjadi kontrak ketiga yang diumumkan SUNI dari lingkungan Pertamina sejak Juli 2026.

Sebelumnya, Sunindo Pratama memenangkan tender pengadaan wellhead dan Christmas tree dari PT Pertamina Hulu Rokan pada 20 Juli 2026 dengan nilai maksimal sekitar Rp62,55 miliar.

Kontrak tersebut berlaku mulai 20 Agustus 2026 hingga 19 Agustus 2028.

Sunindo Pratama kemudian kembali memperoleh kontrak dari Pertamina EP untuk pengadaan wellhead dan Christmas tree. Penetapan pemenang tender dilakukan pada 24 Juli 2026 dengan nilai sekitar Rp43,74 miliar.

Masa kontrak pekerjaan tersebut mencapai 1 tahun 4 bulan 50 hari.

Dengan tambahan kontrak casing terbaru, nilai kumulatif tiga kontrak yang diperoleh SUNI dari lingkungan Pertamina hingga September 2026 mencapai sekitar Rp162,6 miliar hingga Rp162,7 miliar, tergantung kurs yang digunakan untuk mengonversi kontrak dalam dolar AS.

Manajemen menilai kontrak terbaru berpotensi memberikan kontribusi terhadap pendapatan dan profitabilitas perseroan pada 2027.

“Selain itu, keberhasilan tersebut diharapkan memperkuat posisi Perseroan dalam memperoleh peluang proyek-proyek berikutnya,” kata Freddy.

Penjualan OCTG dan Produksi Wellhead Terus Didorong

Hingga akhir kuartal I 2026, Sunindo Pratama mencatat realisasi penjualan OCTG sebesar 4.230 ton.

Baca Juga:  Berikut Pilihan Taman Kota di Jakarta

Realisasi tersebut setara sekitar 19 persen dari target tahunan sebesar 21.851 ton.

Pada akhir 2025, produk OCTG casing memberikan kontribusi sekitar 27 persen terhadap total pendapatan perseroan.

Namun, margin dari segmen casing dinilai lebih fluktuatif karena dipengaruhi waktu pengadaan, pengiriman, dan pengakuan pendapatan.

Di sisi lain, perseroan juga terus mendorong produksi wellhead dan Christmas tree melalui anak usahanya, PT Petro Synergy Manufacturing.

Fasilitas tersebut telah beroperasi sejak 2025 dan menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat kemampuan manufaktur komponen hulu migas di dalam negeri.

Untuk 2026, SUNI menargetkan produksi wellhead dan Christmas tree sebanyak 142 unit. Hingga kuartal I 2026, realisasi produksi tercatat 70 unit atau sekitar 49 persen dari target.

Segmen tersebut berkontribusi sekitar 10 persen terhadap total bisnis perseroan.

Bagi sektor konstruksi dan energi, pengadaan casing, wellhead, dan Christmas tree menunjukkan bahwa pengembangan fasilitas migas tidak hanya bergantung pada pekerjaan sipil dan konstruksi lapangan, tetapi juga pada kesiapan manufaktur serta rantai pasok komponen teknis.

Keberhasilan memperoleh kontrak berulang dari lingkungan Pertamina juga menjadi indikasi pentingnya konsistensi kualitas, kemampuan pasokan, dan kepatuhan terhadap spesifikasi teknis dalam industri hulu migas.