Program Gentengisasi Dimulai, UMKM Jatiwangi Kebanjiran Pesanan

Rumah22 Views

Pemerintah resmi memulai program gentengisasi dengan menyerap produksi genteng dari sentra UMKM Genteng Jatiwangi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan perumahan sekaligus memperkuat ekonomi pelaku usaha kecil di sektor bahan bangunan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait hadir langsung dalam kegiatan penyerapan genteng di Jatiwangi pada Rabu (11/3/2026) malam. Dalam kesempatan tersebut, ia juga melepas 14 dari total 24 truk genteng yang akan dikirim ke berbagai proyek pembangunan perumahan sebagai tahap awal program gentengisasi.

Maruarar mengatakan program tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memastikan pembangunan perumahan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sektor konstruksi.

Ia menegaskan bahwa pembangunan perumahan tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian, tetapi juga harus mampu menggerakkan industri lokal yang menjadi bagian dari rantai pasok pembangunan.

“Ini adalah karya kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Negara hadir bukan hanya membangun rumah, tetapi juga memastikan pembangunan itu memberi manfaat bagi rakyat kecil dan UMKM kita,” ujar Maruarar.

Pemerintah juga mendorong pelaku UMKM untuk menjaga kualitas produk agar dapat bersaing di pasar konstruksi nasional. Menurut Maruarar, genteng yang diproduksi harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) sehingga memiliki daya tahan dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan perumahan.

Ia menambahkan, peningkatan standar kualitas menjadi kunci agar produk genteng dari sentra produksi seperti Jatiwangi dapat memperluas pasar dan menjadi bagian penting dari pembangunan sektor perumahan.

“UMKM harus punya daya saing tinggi dengan menjaga kualitas dan membuat standar sesuai SNI,” tegasnya.

Dukungan terhadap program gentengisasi juga datang dari pemerintah daerah. Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan pemerintah provinsi telah mengalokasikan program perbaikan rumah sebanyak 250 unit pada tahap awal tahun ini.

Seluruh kebutuhan atap untuk program tersebut direncanakan menggunakan genteng produksi UMKM. Dengan estimasi kebutuhan genteng sekitar Rp2 juta per rumah, potensi belanja genteng dari program tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.

Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan pemerintah daerah juga menyiapkan program perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 1.715 unit pada tahun 2026. Program tersebut diperkirakan membutuhkan belanja genteng sekitar Rp1,5 miliar.

Selain itu, melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat, direncanakan sekitar 900 rumah di Majalengka akan diperbaiki. Kebutuhan genteng dari program tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.

Dengan berbagai program tersebut, total komitmen transaksi penyerapan genteng dari sentra UMKM Jatiwangi diperkirakan mencapai sekitar Rp3 miliar.

Dukungan terhadap program gentengisasi juga datang dari sektor swasta. Dua pengembang perumahan subsidi masing masing memesan empat truk genteng Jatiwangi untuk proyek perumahan yang sedang dibangun di Bogor dan Serang.

Selain itu, Maruarar juga menyampaikan komitmen pribadinya dengan memesan tambahan 10 truk genteng yang rencananya akan digunakan untuk pembangunan rumah bagi prajurit TNI.

Dengan tambahan pesanan tersebut, total terdapat 24 truk genteng yang diserap dari sentra produksi genteng di Jatiwangi.

Langkah pemerintah tersebut disambut positif oleh para pelaku usaha genteng setempat. Salah satu perajin genteng Jatiwangi, Riswan, mengatakan program tersebut memberi harapan baru bagi industri genteng lokal yang sempat mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, dukungan pemerintah membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk genteng Jatiwangi dan mendorong kebangkitan kembali industri tradisional yang telah lama menjadi identitas daerah tersebut.

Comment